Pekerjaan yang Aku Kira Sudah Selesai
Jika sebuah pekerjaan selesai tepat waktu, tanpa kendala, dan tidak pernah dikeluhkan siapa pun, apa yang membuat kita yakin bahwa pekerjaan itu sudah selesai?
Jika sebuah pekerjaan selesai tepat waktu, tanpa kendala, dan tidak pernah dikeluhkan siapa pun, apa yang membuat kita yakin bahwa pekerjaan itu sudah selesai?
Ada dua properti terdaftar di layar itu, dan seharusnya ada tiga.
Saat itu aku sedang mendaftarkan website Program Studi Ekonomi ke Google Search Console, bagian dari proses belajar SEO yang baru aku mulai dari nol. Setelah properti baru itu masuk, daftarnya menampilkan dua nama: dikiachmadp.work dan website yang baru saja aku daftarkan.
Aku menatap daftar itu beberapa saat sebelum sadar ada satu nama yang tidak ada di sana.
Beberapa bulan sebelumnya, aku mengerjakan sebuah landing page untuk brand permen jahe. Brief yang diberikan cukup sederhana yaitu buatkan website untuk produk permen jahe.
Setelah diskusi dan pengumpulan data, ternyata informasi yang tersedia memang terbatas, dan tujuannya pun tidak rumit. Klien ingin usahanya bisa ditemukan di Google. Ada satu permintaan yang lebih spesifik lagi yaitu barkode yang tercetak di kemasan produk harus mengarah ke website ini, termasuk ketika nomornya diketik manual di mesin pencari.
Aku mencatat permintaan itu. Tapi aku tidak benar-benar memahaminya.
Ini bagian yang baru bisa aku lihat dengan jujur sekarang. Aku bukan lupa mengerjakannya. Konsepnya memang belum nyambung di kepalaku waktu itu. SEO masih sebatas istilah yang pernah aku dengar, bukan sesuatu yang aku mengerti sebagai pekerjaan tersendiri dengan langkah-langkah yang harus dijalankan.
Jadi aku mengerjakan bagian yang aku pahami. Struktur halaman, tata letak, tampilan, alur informasi. Semua itu wilayah yang sudah aku kuasai.
Website ini rampung dan tayang dalam waktu kurang dari tiga hari.
Dari sisi teknis, tidak ada yang salah. Website berjalan dengan stabil sampai sekarang, tidak pernah bermasalah, dan tidak pernah ada keluhan yang masuk.
Justru itu yang membuat proyek ini terasa selesai. Tidak ada satu pun sinyal yang memberi tahu bahwa ada bagian yang belum tersentuh. Pekerjaan yang tidak dikerjakan tidak mengirimkan notifikasi apa pun.
Pemahamannya baru datang dari tempat lain di waktu yang lain.
Di proyek Website Ekonomi, SEO muncul sebagai permintaan eksplisit untuk setiap halaman unik. Karena diminta secara langsung, aku tidak punya pilihan selain mempelajarinya. Dari situ aku mulai paham bahwa membuat sebuah website dan membuat website bisa ditemukan adalah dua pekerjaan yang terpisah. Yang kedua tidak ikut selesai hanya karena yang pertama sudah tayang.
Dan ketika aku sampai di halaman Google Search Console itu, potongannya menyatu sendiri. Website permen jahe tidak ada di daftar, karena memang tidak pernah aku daftarkan. Karena aku tidak pernah tahu bahwa itu bagian dari pekerjaannya.
Sampai tulisan ini dibuat, perbaikannya belum aku kerjakan. Baru sebatas rencana untuk membuka ulang proyeknya, memeriksa kondisi SEO saat ini, lalu memperbaikinya tanpa melanggar batasan awal website ini dibuat.
Aku sengaja tidak menutup catatan ini dengan cerita bahwa masalahnya sudah selesai, karena memang belum.
Yang berubah hanya satu hal, dan menurutku itu bagian yang paling penting. Dulu aku menganggap pekerjaan itu sudah selesai. Sekarang aku tahu bahwa yang selesai hanya bagian yang aku mengerti.
yang Aku Pelajari
- Pekerjaan yang selesai tepat waktu dan berjalan tanpa masalah belum tentu menjawab kebutuhan yang sebenarnya diminta.
- Permintaan yang belum kita pahami cenderung tergeser sendiri oleh bagian yang sudah kita kuasai, dan itu terjadi tanpa disadari.
- Tidak adanya keluhan bukan tanda sesuatu sudah selesai, kadang hanya tanda belum ada yang memeriksanya.